PRABUMULIH — Jumat pagi yang cerah itu menghadirkan suasana berbeda di halaman Yayasan Riyadhul Kholisin. Langkah-langkah kecil anak panti berlarian menyambut tamu, wajah-wajah polos mereka memancarkan senyum hangat. Bukan seremoni, bukan pula panggung megah. Hari itu, kebahagiaan datang dalam bentuk kepedulian.
Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Prabumulih dimaknai berbeda. PWI Kota Prabumulih bersama Pertamina Hulu Rokan Zona 4 memilih merayakannya dengan aksi sosial, bukan sekadar refleksi atau seremoni namun menciptakan jalinan harmoni
Sebanyak 30 paket sembako dibagikan, berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Tak hanya itu, 50 santunan diserahkan kepada anak-anak yatim dan warga kurang mampu. Bantuan diberikan langsung, disertai sapaan hangat dan doa-doa sederhana.
Suasana terasa akrab. Tidak ada jarak antara wartawan, manajemen perusahaan, dan anak-anak panti. Semua duduk bersisian, berbagi cerita, tertawa bersama.
General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Djujuwanto, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi yang lahir dari kepedulian.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa hadir di pagi yang cerah ini, bersilaturahmi dengan teman-teman pers dan adik-adik yayasan. Ini kolaborasi yang sangat baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan pers yang telah menjalin hubungan baik dengan Pertamina. Tugas ketahanan energi nasional ini adalah tantangan besar, dan dukungan teman-teman media sangat membantu. Semoga kerja sama ini terus terjalin.” kata Djujuwanto
Menurutnya, kepedulian sosial akan selalu menjadi bagian dari komitmen perusahaan, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami ingin terus berkontribusi untuk masyarakat ring satu. Mohon doa agar operasional kami dan rekan-rekan pers selalu diberi keselamatan dan kesehatan dalam bertugas.” tuturnya.
Sementara itu, Ronald Artas Ketua PWI Kota Prabumulih menegaskan, HPN lebih dimaknai lebih dari sekadar peringatan hari lahir pers. Namun sebagai bentuk rasa syukur atas semua nikmat karunia bahwa insan pers dapat bermanfaat untuk kepedulian sesama.
“Pers harus hadir dan dirasakan manfaatnya. Tugas kami bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut peduli dan berbagi,” katanya.
Bagi anak-anak panti, bantuan tersebut bukan semata soal nilai materi. Ada perhatian, ada pelukan hangat, ada rasa dihargai. Senyum mereka tak henti merekah saat sesi foto bersama, seolah ingin mengabadikan momen kebersamaan itu lebih lama.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi dunia usaha dan insan pers tak berhenti pada ruang publikasi. Ketika keduanya melangkah bersama, dampaknya nyata menyentuh masyarakat.
HPN 2026 di Prabumulih pun menjadi lebih bermakna. Dari halaman panti asuhan yang sederhana, lahir pesan kuat: satu energi untuk berbagi mampu menghadirkan harapan, menyalakan kepedulian, dan menebar keberkahan bagi sesama. (*)
