Muara Enim, 29 Juni 2026—Kala pandemi Covid-19 melanda pada 2020, sejumlah pemuda Lembak, Muara Enim kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran. Pada saat bersamaan, ada potensi daerah yang belum tergarap Danau Shuji. Sebenarnya, danau itu punya potensi wisata dan menciptakan lapangan kerja, tetapi saat itu hanya menjadi tempat pembuangan sampah.
Kondisi tersebut mendorong tokoh masyarakat Bob Permana mencari cara untuk menjawab dua persoalan sekaligus: lingkungan dan penghidupan warga. Bob terpikir untuk mempekerjakan pemuda-pemuda di Lembak dengan proyek pembersihan Danau Shuji.
Dengan biaya dari kantong pribadi, Bob meminta pemuda-pemuda di Lembak untuk mulai membersihkan danau tersebut. Sekitar enam bulan kemudian, wajah Danau Shuji berubah. Tak ada lagi tumpukan sampah, batang pohon berserakan, dan air yang keruh di danau tersebut.
Langkah Bob tak berhenti di situ. ia mulai mempersiapkan Danau Shuji menjadi lokasi wisata. Ia berharap wisata bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Lembak. Kegigihan Bob mengembalikan harapan ke Lembak pascapandemi tersebut mengundang perhatian Pertamina EP Prabumulih Field.
Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 itu membantu Bob dan kawan-kawan dalam mengolah sampah pada tahap awal pembinaan. Kemudian, pendampingan berlanjut melalui program MBAK DEWI SHUJI (Lembak Desa Wisata Shuji).
PEP Prabumulih Field memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas, serta pengelolaan desa wisata. Selain itu, ada bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 8,72 kWp dengan baterai 10 kWh. Panel surya tersebut membantu penyediaan energi listrik alternatif di lokasi wisata Danau Shuji sekaligus menjadi wadah edukasi bagi wisatawan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya transisi energi.
Program Pengembangan Masyarakat (PPM) tersebut berjalan pada 2021 hingga 2025. Saat ini, program PEP Prabumulih Field di Danau Shuji sudah selesai atau exit program. Pembinaan selama lima tahun menghasilkan kemandirian Desa Wisata Danau Shuji.
Danau Shuji menjadi destinasi yang banyak dikunjungi masyarakat di Muara Enim. Bahkan, pengunjung juga berasal dari Palembang, Lampung, Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Bangka. Selain menikmati keindahan danau, para wisatawan juga bisa merasakan pengalaman naik perahu atau sepeda air, piknik di saung, dan bersantai sembari makan-makan di saung di pinggir danau.
Pengembangan Danau Shuji tak hanya menjawab permasalahan lingkungan terkait sampah. Langkah itu juga menjawab persoalan lapangan pekerjaan di Lembak, Muara Enim. Sekitar 30 orang warga bisa bekerja sebagai tenaga pengawas dan pelayan saat akhir pekan atau musim liburan. Para pekerja itu masih punya waktu mengurus kebunnya saat bukan musim liburan.
Kehadiran Desa Wisata Danau Shuji juga mengembangkan UMKM lokal, terutama kerupuk, opak, dan kemplang khas Desa Lembak. Warga sekitar menjual produk-produk tersebut di sepanjang jalan menuju danau.
Uang yang masuk dari wisata di Shuji tak hanya dinikmati Bob dan para pekerja. Sebagian keuntungan disalurkan ke masjid-masjid setempat dan badan usaha milik desa. Bob ingin manfaat kehadiran Danau Shuji bisa dirasakan semua masyarakat sekitar.
“Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan,” ucap Bob.
Kepedulian Bob terhadap lingkungan dan masyarakat di Lembak menjadi pendorong bagi PEP Prabumulih Field untuk terus bertumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Perusahaan berniat menyebarkan semangat perjuangan Bob ke masyarakat di wilayah lain
“Pertamina EP Prabumulih melalui program PPM terus berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat, menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” kata Manager Community Involvement and Development PHR Iwan Ridwan Faizal.
Transformasi Danau Shuji menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik awal lahirnya manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Semangat untuk menjaga lingkungan hidup ini terus dinyalakan di PHR Zona 4. Selain lewat program pemberdayaan seperti Danau Shuji, juga lewat sejumlah event. Salah satunya untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup, tahun ini PHR Zona 4 bersama Dinas Lingkungan Hidup Prabumulih mengkampanyekan pesan-pesan lingkungan edukasi pelajar, berbagai kompetisi bertema lingkungan, penanaman pohon buah produktif, hingga penanaman pohon. Penanaman ini sebagai implementasi konservasi habitat gajah di Kawasan hutan Benakat Semanggus Sumatra Selatan melalui aksi penanaman pohon pelindung ekosistem dan pakan gajah.
*‎Tentang PHR Zona 4*
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
‎Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
‎Puspita Adiyani Candra
‎Officer Media Relations Zona 4
‎No. Hp: +62 821-3200-4260
